OK! Bank Indonesia | Sejarah

Sejarah

Didirikan pada tahun 1980 dengan nama Maskapai Andil Indonesia Bank Pasar Seri Partha. Pada tahun 1989 memperoleh izin sebagai bank umum dan pada tahun 1997 berubah nama menjadi PT Bank Sri Partha yang berfokus pada pembiayaan bagi UMKM yang berada di Bali. Setelah diakuisisi oleh sekelompok pemegang saham yang memiliki reputasi internasional, baik di bidang sosial maupun perbankan, pada tahun 2009 bulan April tanggal 20 berubah nama menjadi Bank Andara setelah mendapat persetujuan dari Bank Indonesia.


Para pemegang saham memiliki beberapa kesamaan yang signifikan yang mendasari seluruh kegiatan usaha Bank dan perhatian terhadap pengembangan sektor ekonomi mikro di Indonesia. Saat itu, pemegang saham Bank Andara terdiri dari Mercy Corps (pemegang saham pengendali), DWM Fund S.C.A-SICAV SIF, International Finance Corporation (IFC), KfW, Hivos-Triodos Fund, dan I Wayan Gatha.


Pada tanggal 18 Nopember 2016, Bank Andara dan APRO Financial Co. Ltd telah menandatangani akta akuisisi yang menandai telah efektifnya akuisisi oleh APRO Financial Co. Ltd. Transaksi akuisisi Bank Andara dilakukan melalui pembelian saham baru Bank Andara sebesar 40% (empat puluh persen) dengan nilai pembelian Rp450miliar. APRO Financial Co. Ltd adalah institusi keuangan besar dari Korea Selatan, yang baru pertama kali berinvestasi di Indonesia. Masuknya APRO Financial Co., Ltd di Bank Andara menunjukkan minat yang tinggi dari investor untuk melakukan investasi di Bank Andara.


Setahun setelah akuisisi Bank Andara oleh APRO Financial Co. Ltd tepatnya dibulan Mei 2017, APRO melakukan pembelian sisa saham (saat ini menjadi 99%) yang dimiliki oleh para pemegang saham dari berbagai institusi tersebut dan menyisakan 1 pemegang saham lokal (I Wayan Gatha). Pada bulan Agustus 2017, nama Bank Andara resmi berubah menjadi Bank Oke Indonesia dan telah disetujui oleh Otoritas Jasa Keuangan RI.